Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

obyek wisata



PERANAN OBYEK WISATA TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Obyek wisata adalah sebuah tempat rekreasi atau tempat berwisata. Obyek wisata dapat berupa obyek alam seperti gunung, danau, sungai, pantai, laut. Sedangkan yang berupa obyek wisata bangunan seperti museum, situs peninggalan sejarah, dan lain-lain.
Yogyakarta adalah tempat wisata yang tidak asing lagi dimata orang ataupun di berbagai manca Negara. Disitu banyak berbagai tempat-tempat obyek pariwisata yang sangat penting, bersejarah dan mempunyai keunikan tersendiri dengan ciri khasnya masing-masing. Tempat-tempat obyek pariwisata tersebut misalnya: Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kraton Yogyakarta, Malioboro, Tamansari, Gembira Loka, Pantai Parangtritis, Candi Prambanan dan lain sebagainya. Dengan banyaknya obyek wisata di Yogyakarta ini, maka akan sangat berpengaruh bagi perkembangan pariwisata di Yogyakarta khususnya.
Beberapa Peranan Obyek Wisata
1.      Sebagai Industri Pariwisata
Hubungan periwisata dengan aspek ekonomis, pariwisata dapat dikatakan sebagai industri pariwisata, sebab dala obyek wisata memiliki hal terkait dengan sebuah industri diantaranya adanya produk (berupa kepariwisataan), konsumen(wisatawan), produsen (pihak pengelola).
2.      Meningkatkan pendapatan daerah
Pariwisata merupakan alat untuk mencapai tujuan dalam ekonomi karena perkembangan pariwisata meningkatkan pendapatan daerah setempat.
3.      Penyedia lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar
4.      Memperkenalkan kebudayaan kepada para wisatawan.
Optimalisasi Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta
Ø  Optimalisasi Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata yang akan mendatangkan wisatawan ke Kota Yogyakarta serta menjadikan Kota Yogyakarta sebagai kota wisata yang terkemuka. Pemasaran pariwisata juga bertujuan untuk mengembalikan citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang aman dan berkesan untuk dikunjungi.
Ø  Pengembangan dan peningkatan kuantitas dan kualitas Wisata Minat Khusus sebagai alternatif lain bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta serta dapat menambah daya tarik dan lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta.
Ø  Pengembangan Kawasan Wisata beserta potensi yang ada di dalamnya sebagai obyek wisata alternatif yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan.
Ø  Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan industri pariwisata sebagai fasilitas yang diberikan kepada wisatawan.
Ø   Peningkatan kualitas dan kuantitas atraksi seni tradisional, kontemporer, maupun modern baik secara regular maupun incidental, khususnya kesenian yang dipentaskan di malam hari sehingga menghidupkan malam-malam di Kota Yogyakarta.
Ø  Memperbanyak event-event wisata, seni dan budaya, ekspo, maupun konvensi berskala lokal, regional, nasional, maupun internasional.
Ø  Pengembangan dan pembinaan kesenian dan kebudayaan berbasis masyarakat dan kewilayahan sebagai penyangga utama kepariwisataan di Kota Yogyakarta.
Ø   Pengembangan dan peningkatan kuantitas serta kualitas fasilitas, sarana dan prasarana yang menunjang keindahan dan kenyamanan Kota Yogyakarta.
Ø  Peningkatan kesadaran masyarakat dan seluruh stake holder terhadap persoalan kepariwisataan di Kota Yogyakarta.
Ø  Kemudahan aksesbilitas bagi siapapun yang berkunjung ke Kota Yogyakarta.
Pariwisata Dan Pengaruhnya
Menurut Hari Hartono  (1974:45), peranan pariwisata dalam pembangunan negara pada garis besarnya berintikan tiga segi, yaitu segi ekonomis (sumber devisa, pajak-pajak), segi sosial (penciptaan lapangan pekerjaan), dan segi kebudayaan (memperkenalkan kebudayaan kita kepada wisatawan-wisatawan asing).
Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia,pembangunan dan pengembangan kepariwisataan membawa konsekuensi. Konsekuensi itu adalah timbulnya dampak sosial budaya yang merugikan kelestarian kebudayaan yang bersamngkutan (S.Budhisantoso, 1991/1992:27). Sementara itu GBHN 1988 mengisyaratkan bahwa dalam pembangunan kepariwisataan tetap dijaga terpeliharanya kepribadian bangsa dan kelestarian serta mutu lingkungan hidup.
Timbulnya dampak sosial budaya pada dasarnya sebagai konsekuensi dari pengembangan pariwisata itu dapat dilihat sebagai dampak yang positif dan dampak yang negatif. Dampak positif merupakan keuntungan berkembangnya pariwisata dan dampak negatif perlu ditelusuri sebagai kerugian yang timbul akibat pengembangan pariwisata. Pada hakekatnya ada tiga bidang pokok yang kuat dipengaruhi, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan (I Nyoman Erawan. 1987:47).
1.      Dampak Positif
Dampak positif yang menguntungkan adalah dalam bidang ekonomi. Adanya pariwisata mendatangkan pendapatan devisa negara dan terciptanya kesempatan kerja yang berarti mengurangi jumlah pengangguran serta adanya kemungkinan bagi masyarakat di daerah wisata untuk meningkatkan pendapatan dan standart hidup mereka (Emanuaal de Kadt, 1979:11). Hal ini diperkuat oleh David C Mc. Cleland yang mengatakan bahwa pariwisata mampu memberikan kesempatan kerja dan pekerjaan yang timbul tidak memerlukan pendidikan dan ketrampilan (I Nyoman Erawan, 1987: 47).
            Dampak positif yang lain dengan adanya pariwisata ini adalah perkembangan atau kemajuan kebudayaan, terutama pada unsur budaya teknologi dan sistem pengetahuan. Kemajuan teknologi yang dibarengi dengan tingkat pengetahuan yang maju pula akan membawa masyarakat penerima wisatawan mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman atau modernisasi. Walau di satu pihak kehadiran pariwisata ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap kebudayaan. Untuk itu perlu kita waspadai (R.M Soedarsono, 1991:3).
2.       Dampak negatif
Dampak negatif yang merupakan kerugian tampak menonjol dalam bidang sosial, yaitu pada gaya hidup masyarakat di daerah penerima wisatawan. Gaya hidup masyarakat ini tampak pada perubahan sikap, tingkah laku, perilaku karena kontak langsung dengan para wisatawan yang berasal dari budaya yang berbeda. Gaya hidup wisatawan asing diperhatikan oleh warga masyarakat dan ditiru begitu saja.
            Dalam  bidang kebudayaan terjadi komersialisasi budaya. Tempat suci atau ziarah diangkat dijadikan obyek wisata, tari-tarian sakral, dan adat istiadat diangkat dari lingkungan yang normal dipergelarkan untuk memuaskan kebutuhan para wisatawan. Kemudian dalam bidang lingkungan hidup terjadi pengrusakan. Penebangan pohon untuk digunakan tempat pembangunan hotel-hotel (Marcel Beding, 1990: 32).
Dampak Pariwisata terhadap Kesenian
            Kesenian, khususnya pertunjukan seni tari,dalam melayani kebutuhan wisata itu melahirkan pertunjukan-pertujukan singkat tapi padat serta penuh variasi. Bentuk penyajian seni untuk wisatawan lebih merupakan reproduksi dalam bentuk kecila atau mini (R.M soedarsono. 1986: 5). Tampaknya dalam pengembanagan pariwisata di daerah Yogyakarta terhadap kesenian, khususnya seni pertunjukan melahirkan seni kemasan. Lagi pula kota lebih bersifat dinamis. Ini tidak ada pada masyarakat desa. Bila tidak diperhatikan ketimpangan ini akan memunculkan semacam kecemburuan sosial. karena itu perlu perencanaan upaya meratakan rejeki pariwisata sampai ke daerah pedesaan. Caranya menggunakan desa-desa sebagai obyek wisata dan mengarahkan agar para wisatawan mancanegara dapat masuk ke sana (Hasbullah Asyori, 1992).
Dampak Pariwisata terhadap Teknologi
            Dalam kebudayaan manusia, teknologi merupakan salah satu di antara ketujuh unsur kebudayaan pakaian atau busana. Datangnya wisatawan asing disatu pihak menguntungkan daerah yaitu bila dihitung untuk pemasukan pendapatan daerah, tetapi disatu pihak yang lain menimbulkan dampak perubahan cara berpakaian kebudayaan manusia itu sendiri, unsur teknologi ini merupakan indikator yang kuat. Sementara itu, J.W Schoorl (1980:8) mengatakan bahwa dasar teknologi itu membuka kemungkinan untuk bermacam-macam perkembangan kebudayaan meskipun dalam batas-batas yang ditentukan oleh teknologi itu. Unsur budaya teknologi merupakan tolok ukur untuk menyatakan suatu kebudayaan suku bangsa atau bangsa itu maju. Kemajuan kebudayaan itu sendiri menunjukkan perkembangan dari suatu masyarakat. Ini hanya dapat terjadi karena proses sentuhan diantara dua budaya yang saling mempengaruhi, yang terjadi karena berlangsungnya kontak antara bangsa yang berbeda budaya.
            Selain pakaian atau busana dan cara berpakaian, berkembangnya pariwisata terutama di Yogyakarta juga membawa dampak penggunaan peralatan atau perlengkapan hidup walaupun terbatas pada kelompok-kelompok sosial tertentu. Dampak pengembangan pariwisata di daerah Yogyakarta yang bersifat alih fungsi teknologi itu misalnya pada bangunan-bangunan tempat tinggal dan juga tampak pada alat transportasi.
Dampak Pariwisata terhadap Perilaku Masyarakat
            Dampak pengembangan pariwisata juga berpengaruh pada perilaku masyarakat, terutama masyarakat disekitar obyek wisata. Misalnya kita lihat pada masyarakat Prawirotaman yang sepanjang jalan Prawirotaman ini adalah penginapan atau guest house yang tamunya adalah wisatawan mancanegara. Sedikit banyak, karena berhubungan langsung, maka diantara individu warga masyarakat itu akan berperilaku yang kadang menyimpang dari norma-norma sosial yang berlaku.
Dampak Pariwisata terhadap Kehidupan Beragama
            Dampak perkembangan pariwisata di daerah Yogyakarta terhadap kehidupan beragama tidak tampak. Dalam kepariwisataan yang pada umumnya objeknya adat-istiadat atau upacara-upacara adat. Di Yogyakarta anatara kepentingan agama dan adat istiadat itu terpisah. Karena itulah perkembangan pariwisata tidak berpengaruh terhadap kehidupan beragama.
            Berdasarkan pembahasan di atas, mengenai dampak pariwisata dapat ditarik kesimpulan bahwa perkembangan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta membawa dampak terhadap kehidupan sosial budaya. Diantara meningkatkan pendapatan daerah, sebagai lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar, dan memperkenalkan kebudayaan kepada para wisatawan.

Sumber:
Gatut Murniatmo.1993. Dampak Pengembangan Pariwisata. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
I Gede Pitana, dan Putu G.Gytri. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

komunikasi



Komunikasi Bisnis
Manusia adalah makhluk sosial , tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Setiap individu pasti memerlukan hubungan sosial. Manusia memerlukan sebuah interaksi agar dapat melakukan kontak sosial dan komunikasi sosial. Sebagai makhluk social, manusia akan selalu berkeinginan untuk berbicara, tukar menukar gagasan, mengirim dan menerima informasi, berbagi pengalaman, terutama bekerjasama dengan manusia lain demi memenuhi kebutuhan (berbisnis).
Sebuah komunikasi dapat dilakukan melalui berbagai media yang ada. Baik melalui media komunikasi nonelektronik atau media komunikasi elektronik. Sebut saja dalam dunia bisnis yang berskala kecil, menengah, maupun besar, orang-orang yang berkecimpung didalamnya tidak dapat terlepas dari kegiatan komunikasi. Oleh karenanya komunikasi merupakan faktor terpenting dalam suatu pencapaian tujuan.
Sebagai makhluk sosial komunikasi sangat diperlukan untuk menyampaikan pesan-pesan secara efektif dan efisien. Para komunikator seharusnya memahami dengan baik bagaimana menyusun kata-kata yang mampu membentuk suatu arti atau makna, bagaimana mengubah suatu situasi menjadi lebih baik, menarik dan menyenangkan, bagaimana mengajak lawan bicara untuk berperan aktif dan bagaimana caranya memilih media komunikasi yang ada secara tepat.
Konsep Komunikasi
Menurut Himsrteet dan Bety dalam” Business Communication: Principles and Methode”, komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antarindividu melalui suatu sistem yang biasa, baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan. Dalam dunia komunikasi juga dikenal adanya komunikasi antarpribadi, komunikasi lintas budaya dan adanya komunikasi bisnis. Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencangkup berbagai bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal untuk mencapai tujuan tertentu.
a.       Komunikasi verbal
Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang lazim digunakan dalam dunia bisnis, untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain baik secara tertulis maupun lisan. Komunikasi bisnis yang efektif sangat bergantung pada keterampilan seseorang dalam mengirim maupun menerima pesan. Untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis, seseorang dapat menggunakan tulisan maupun lisan. Sedangkan untuk menerima pesan-pesan bisnis, seorang dapat menggunakan pendengaran dan bacaan. Adapun bentuk komunikasi verbal yang digunakan dalam dunia bisnis adalah, menulis, membaca, berbicara, mendengar.
b.      Komunikasi nonverbal
Dalam komunikasi nonverbal orang dapat mengambil suatu kesimpulan tentang berbagai macam perasan orang. Komunikasi nonverbal memiliki sifat yang kurang tersrtuktur sehingga membuat komunikasi nonverbal sulit untuk dipelajari. Komunikasi nonverbal biasanya menggunakan bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, simbol-simbol, warna intonasi suara dan lain-lain.
Pentingnya komunikasi dalam bisnis
            Komunikasi merupakan proses pernyataan antarmanusia, pernyataan manusia disini dinamakan pesan (message), dan orang yang menyampaikan disebut komunikator (communicator), sedangkan orang yang menerima pernyataan pesan (message) disebut komunikan. Adapun isi pesan yg disampaikan komunikator itu adalah pikiran atau perasaan, serta lambang dengan menggunakan bahasa lisan maupun tulisan.
 Komunikasi diperlukan oleh berbagai individu-individu yang berkepentingan untuk mencapai tujuannnya, baik itu berupa komunikasi verbal ataupun non verbal. Masing-masing komunikasi antara verbal dan nonverbal memiliki peran penting dalam sebuah bisnis. Komunikasi verbal dapat membuat orang memahami apa yang disampaikan oleh pengirim pesan dengan baik. Komunikasi nonverbal memiliki pengaruh yang lebih besar daripada komunikasi verbal. Isyarat-isyarat komunikasi nonverbal sangat penting, terutama dalam kaitannya dengan penyampaian perasaan dan emosi seseorang. Dengan memperhatikan isyarat nonverbal seseorang dapat mendeteksi kecurangan atau menegaskan kejujuran orang lain.
Pada dasarnya komunikasi memiliki peran penting bagi para wirausahawan untuk mendapatkan kesuksesan didalam bisnis. Jika tidak dapat berkomunikasi, maka tidak mungkin bagi seorang wirausahawan dapat memperoleh kesempatan berbisnis baik untuk menciptakan ide-ide, gagasan, maupun cara mengembangkan usahanya. Jadi komunikasi di dalam suatu perusahaan sangat penting untuk membangun suatu minat kita dalam mengembangkan tujuan yang kita punya. Dengan memiliki modal berani dalam berkomunikasi, kita dapat menjalankan  bisnis-bisnis perusahaan. ketika kita sudah terlatih komunikasi dengan orang-orang banyak, maka kita sudah punya modal untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.
Pentingya komunikasi dalam bisnis menunjukkan bahwa dalam suatu bisnis menimbulkan atau menumbuhkan rasa simpati antar sesama, menumbuhkan motivasi dan membentuk sebuah kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Seperti halnya dalam menyikapi era perdagangan bebas dan globalisasi, perusahaan-perusahaan besar melakukan bisnis secara global. Pada umumnya perusahaan-perusahaan besar yang beroprasi di tanah air baik di bidang manufaktur, eksplorasi maupun jasa menggunakan beberapa konsultan asing untuk membantu perusahaan mereka. 
Teknik-teknik komunikasi efektif
Komunikasi yang efektif sangat diperlukan oleh setiap orang untuk berinteraksi antara satu dengan yang lain. Dalam melakukan komunikasi secara efektif diperlukan beberapa teknik yang harus di terapkan dalam berkomunikasi . komunikasi yang efektif dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dengan memperhatikan teknik-teknik yang diperlukan. Teknik-teknik komunikasi yang efektif, antara lain:
Pertama, membuat suatu pesan secara berhati-hati. Langkah awal yang perlu seseorang perhatikan saat melakukan komunikasi adalah memperhatikan maksud dan tujuan berkomunikasi, menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami dan tidak bertele-tele,  menjelaskan hal-hal yang penting, pembicaraan harus logis dan di uraikan secara otomatis, tidak memakan waktu yang lama,
Kedua, meminimalkan gangguan dalam proses komunikasi. Melalui pemilihan saluran komunikasi yang hati-hati, komunikator dapat membuat audiens lebih mudah memusatkan perhatian pada pesan. Penyampaiaan pesan secara lisan akan efektif bila lokasi atau tempatnya teratur, rapi, nyaman, sejuk, dan sebagainya.

Ketiga, mempermudah upaya umpan balik. Agar pemberian umpan balik mampu memberikan manfaat yang cukup berarti, cara dan waktu penyampaiannya harus direncanakan dengan baik. Kalau komunikator menghendaki umpan balik yang cepat, dapat dipilih sarana komunikasi yang cepat. Misalnya melalui tatap muka atau melalui telepon. Akan tetapi jika umpan balik yang cepat tidak terlalu dipentingkan, sarana tertulis dapat menjadi alternatif yang baik unutk menyampaikan pesan.
Dalam mencapai suatu komunikasi yang efektif  tidak hanya memperhatikan tiga hal tersebut tetapi juga diperlukan adanya penggunaan alat atau media dalam penyampaian komunikasi. Penggunaan alat atau media saat berkomunikasi memiliki peran yang cukup penting lebih-lebih dalam bisnis, sebab melalui media maka pesan yang disampaikan oleh komunikator mudah untuk diterima.
Dalam mencapai suatu komunikasi secara efektif selain di butuhkan teknik-teknik, juga terdapat beberapa syarat yang perlu di terapkan yaitu:
a)      Persepsi
Seorang komunikator yang cerdas harus dapat memprediksi apakah pesan-pesan yang akan disampaikannya dapat diterima oleh komunikan atau tidak
b)      Ketepatan
Secara umum, audiens mempunyai suatu kerangka berfikir yang jelas. Agar komunikasi yang dilakukan mencapi sasaran, seseorang perlu mengekspresikan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam kerangka  berfikir mereka. Apabila hal itu diabaikan akan muncul kesalapahaman komunikasi(miscomunikations).
c)      Kredibilitas
Dalamberkomunikasi, komunikator perlu memiliki suatu keyakinan dan optimisme yang tinggi bahwa audiensnya adalah orang-orang yang terpercaya. Demikian pula komunikator juga harus memiliki keyakinan bahwa substansi yang ingin disampaikan kepada pihak lain benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu komunikator harus memahami dengan baik maksud dan tujuan penyampaiaan pesan.
d)     Pengendalian
Dalam komunikasi, audiens akan memberikan suatu reaksi atau tanggapan terhadap pesan yang disampaikan. Seorang komunikator harus mampu mengendalikan audiensnya saat melakukan komunikasi ,agar keduanya memberikan tanggapan terhadap peesan yang disampaikan.
e)      Keharmonisan
Komunikator yang baik tentu akan selalu dapat menjaga hubungan persahabatan yang baik dengan audiens sehingga komunikasi dapat berjalan lancardan mencapai tujuannya.

Komunikasi yang efektif dalam bisnis
Dalam sebuah bisnis terdapat faktor yang mempengaruhi akan keberhasilan suatu bisnis. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam kegiatan bisnis ialah keterampilan berkomunikasi. Keterampilan berkomunikasi mencakup :
1. Keterampilan berbicara
2. Keterampilan mendengarkan
3. Keterampilan membaca
4. Keterampilan menulis
Keempat keterampilan tersebut harus dimiliki oleh para pemimpin perusahaan, sekretaris, pengacara, jaksa, dan lain-lain. Semua pekerjaan di dunia bisnis membutuhkan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain secara efektif dan efesien.
Pada dasarnya dalam dunia bisnis, seorang komunikator yang baik adalah harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, sebab komunikasi memegang peranan penting dalam berbisnis untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Selain perlunya kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif, juga adanya kemampuan menggunakan berbagai macam atau alat dalam media komunikasi yang ada untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain secara efektif dan efesien, sehingga tujuan penyampaian pesan-pesan bisnis dapat tercapai.
Komunikasi bisnis yang efektif sangat tergantung pada keterampilan seseorang dalam mengirim maupun menerima pesan. Secara umum untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis,  seseorang dapat menggunakan tulisan maupun lisan, sedangkan dalam menerima pesan-pesan bisnis seseorang dapat menggunakan pendengaran dan bacaan.
Selain hal-hal yang diperlukan diatas, sebuah bisnis komunikasi yang efektif juga tergantung dengan bagaimana kita membentuk sebuah perancanaan(untuk mendefinisikan tujuan, menganalisis audiens, serta memilih saluran dan media komunnikasi yang digunakan), pengorganisasian(untuk merangkai kata,kalimat yang mampu dipahami oleh patner bisnis), revisi(untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam kesalahan yang akan dihadapi).
Contoh komunikasi yang efektif dalam bisnis, antara lain:
·         Komunikasi yang efektif mampu membuat karyawan merasa bahwa pemimpin telah memberikan penjelasan  langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh kedua belah pihak sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berdasarkan pengetahuannya tentang jabatan tugas yang menjadi tanggungjawabnya, karyawanpun dapat memahami saran-saran dari pemimpin, misal perlu meningkatkan kedisiplinan, membina kekompakan dengan karyawan lain, dan sebagainya.
·         Menjadikan keryawan memahami dampak yang menjadi konsekuensi dari etos kerja karyawan yang rendah, seperti: produktivitas menurun, kalah bersaing dengan perusahaan lain, pendapatan perusahaan menurun, gaji karyawan terancam.
·         Karyawan merasa bahwa pemimpin telah mendengarkan keluhannya dan mau memahami berbagai kendala dalam perusahaan, serta karyawan merasa dihargai.
Daftar pustaka:
Purwanto, Djoko. 2006.“Komunikasi Bisnis". Jakarta: Erlangga.
Aw, Suranto. 2011.“Komunikasi Interpesonal”. Yogyakarta: Graha Ilmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS